Atletico Madrid Vs Monaco: Meraih Kemenangan, Simeone Malah Tidak Senang

Atletico Madrid Vs Monaco: Meraih Kemenangan, Simeone Malah Tidak Senang

Hasil pertandingan dari Liga Champions antaranya Atletico Madrid Vs AS Monaco telah sukses dimenangkan oleh Atletico dalam sebuah laga
yang telah digelar di sebuah Stadion Wanda Metropolitano.

Ya, Atletico Madrid ini pun berhasil membungkam AS Monaco dengan total skor yang menjanjikan 2-0. Namun kemenangan yang telah mereka
raih nyatanya tidak membuat pelatih mereka, Diego Simeone pun merasa senang.

Simeone pun dikabarkan tidak senang dengan dari cara skuad nya untuk menyelesaikan pertandingan dan juga merasa kecewa dengan kurang
nya sedikit energi yang ditampilkan didalam 20 menit terakhirnya sebelum peluit itu dibunyikan.

“Kita telah bermain sebagus mungkin tapi sampai menit ke 70 kami telah kekelahan dan juga kekurangan energi, sementara lawan itu pun
terus telah menunjukan yang terbaik,” Kata Simeone.

Dengan final yang telah diaddakan di Wanda Estadio Metropolitano dan juga Atletico kini telah melenggang ke babak knockout, Simeone
tidak mau memberikan ekspetasi yang banyak untuk menjadi sebuah juara Liga Champions.

“Saya tidak perlu terlalu memikirkan hal tersebut karena perjalanan ini masih panjang. Tidak ada guna nya untuk kita menganalisis dan
juga memikirkan nya dan juga merasa senang tentang hal itu karena realita ini adalah hal yang terpenting,”

“Kami telah menyusun sebuah kampanye Liga Champions dengan sesuatu yang sangat bagus dan juga akan berada di babak ke 16 besar. Kami
juga harus lolos. Sejak mulainya Liga Champions kami sudah sangat jelas tentang rencana kami sebagai sebuah hasil dari yang terjadi
pada tahun lalu,” tambahan nya.

Juventus Ubah Ibrahimovic Menjadi Mesin

Juventus Ubah Ibrahimovis Menjadi Mesin

Zlatan Ibrahimovic memang hanya ada dua musim berkostum Juventus (2004/05 – 2005/06). Namun pada klub pemain Ibrahimovic itupun berubah drastis.

Ibrahimovic juga mengaku ia berubah menjadi sebuah mesin gol saat ini berkostum Bianconeri-julukan untuk Juventus, Di bawah arahan dari Capello, Ibrahimovic mengatakan. diminta untuk lebih memprioritaskan gol dari ketimbang teknik.

“Pada awalnya, saat saya tumbuh, ini bukanlah soal untuk mencetak gol. tapi ini adalah soal siapalah yang mempunyai skill dan sebuah teknik terbaik. Itu semua pun berubah ketika saya bergabung ke Juventus,” Ucapnya Ibrahimovic.

Ibrahimovic menambahkan, pelatihnya yang di Juventus pada saat itu, Fabio Capello. mengiginkan nya untuk bisa lebih oportunis memanfaatkan sebuah peluang. Didalam Latihan, Ibrahimovic berkata, Capello kerap untuk memintanya langsung menembak.

“Saya di Ajax, saya bermain sangat indah. Saat juga mempunyai beban di sana. Tetapi ketika semanya itu hanya soal dengan gol, itu terjadi saat di italia, dengan Capello,” Ujar Ibrahimovic.

Di bawah Capello, Ibrahimovic telah menuturkan, ia kerap akan berlatih bersama dengan pemain akademi dan para tim muda yang ada di Juventus. Mereka lalu memberikan sebuah umpan silang kepada Ibrahimovic yang memang sudah mempunyai tubuh jangkung.

Latihan tersebut pun menurut Ibrahimovic kerap tetap di ulangi Capello, Ibrahimovic pun telah mengaku pernah jengah di menu lathihan tersebut.

“Pada akhirnya, saya bisa menjadi sebuah mesin yang ada di depan gawang dan juga mencetak gol, terutama di Italia,” Ujar Ibrahimovic.

Kunci Sukses Dari Southgate di Timnas Inggris

Kunci Sukses Dari Southgate di Timnas Inggris

Setelah sudah membawa ingris di semifinal Piala Dunia 2018, semifinal dari pertama inggris ini dalam 28 tahun terakhir, manajer dalam timnas Inggris, Gareth Southgate akan terus menorhkan perfoma yang gemilang. Soutgate terlah berhasil membawa Inggris untuk lolos ke babak semifinal Nations UEFA League setelah ia memastikan diri untuk sebagai juara di Grup 4 Liga A, untuk menyusul kemenangan 2-1 di atas Kroastia di Wembley Stadion, hari Minggu, (18/11) disini hari Waktu indonesia barat.

Kunci Sukses Dari Southgate di Timnas Inggris
Sumber dari Line today

Akan tetapi, Southgate memang tetap rendah hati dan juga memperingatkan untuk para pemain nya untuk tidak akan terlena dengan capaian mereka yang di Nations UEFA League. “Didalam hidup, anda tidak bisa pernah mengatakan Anda bisa berhasil karena itulah hari untuk Anda berhenti untuk maju dan juga berkembang,” ucapnya kepada daily Star. “Teta[o pada yang sudah kami lakukan adalah kami ini telah membuat tahun yang sangat benar-benar sangat konsisten bersama-sama dan juga kami melompati sebuah peringkat (peringkat FIFA) tersebut dan juga mulai mengalahkan dari beberapa tim teratas tersebut. Di situlah kita akan berada.” Saat ini inggris sedang berada di peringkat yang ke-5 Ranking di dunia versi FIFA

Lebih lanjut, Southgate ini juga telah mengungkapkan keinginan nya untuk bisa terus mempertahankan perfoma untuk The Three Lions.” Kami juga ingin berada di dalam perfoma ini, ini juga sangat penting. Semakin banyak nya laga yang anda mainkan, semakin pula banyak nya kesempatan untuk bisa melampaui batas yang ada di dalam nya dan untuk bisa menguji diri anda sendiri untuk melawan pemain yang terbaik.”

Juan Carlos Tak Akan Menambah Masa Bakti Bersama Meksiko

Juan Carlos Osorio tidak akan memperbarui kontraknya dengan tim nasional Meksiko, federasi Meksiko (FMF) diumumkan pada hari Jumat.

Osorio ditawari kontrak baru setelah Rusia 2018, menurut beberapa laporan, tetapi pelatih Kolombia itu telah menolaknya setelah menghabiskan waktu memikirkannya.

“Saya menggunakan pesan ini untuk mengirimkan ucapan terima kasih saya yang tulus kepada para penggemar Meksiko, kepada federasi Meksiko, kepada para karyawan di pusat kinerja tinggi dan, terutama, untuk semua pemain dengan siapa saya memiliki hak istimewa untuk bekerja dengan selama periode ini sebagai pelatih kepala tim nasional Meksiko, pekerjaan yang saya lakukan dengan komitmen, semangat dan kebanggaan, “kata Osorio dalam pernyataan yang dirilis oleh FMF.

FMF mengucapkan terima kasih kepada Osorio atas karyanya yang bertanggung jawab atas El Tri dan berharap dia beruntung dalam usaha berikutnya.

“Kami berterima kasih kepada [Osorio] atas dedikasinya, semangat, komitmen dan kasih sayang yang ditunjukkannya dan dengan yang ia siapkan untuk masing-masing dari permainan dia bertanggung jawab atas tim nasional Meksiko, serta kejujuran dan kejujurannya dalam keputusannya tidak untuk dipertimbangkan sebagai kandidat untuk siklus Piala Dunia berikutnya, “baca pernyataan FMF.

Osorio memimpin Meksiko untuk bisa dibilang hasil Piala Dunia terbesarnya dalam mengalahkan Jerman 1-0 dalam pembuka grup El Tri, tetapi kehilangan 3-0 untuk Swedia di pertandingan grup terakhir berarti Meksiko menghadapi tim Brasil yang kuat di babak 16 besar dan kalah 2 -0.

Osorio telah dikaitkan dengan pekerjaan Amerika Serikat yang kosong dan posisi kepala pelatih Kolombia, seandainya Jose Pekerman pergi. Pemain berusia 56 tahun itu telah mengkonfirmasi ketertarikannya pada kedua pos itu. Osorio juga menyarankan sebelum Piala Dunia bahwa klub-klub Eropa telah menghubunginya.

Rekor Meksiko sejak Osorio mengambil alih termasuk 33 kemenangan, 10 kerugian dan sembilan hubungan, tetapi mantra pelatih New York Red Bulls dengan tim telah kacau, dengan banyak orang di Meksiko mengkritik rotasi manajer pemain dan mencoba untuk membentuk mereka ke posisi yang berbeda. .

Ada panggilan untuk Osorio untuk meninggalkan posisi setelah kehilangan 7-0 ke Chili di Copa America Centenario 2016 dan lagi ketika tim Meksiko string kedua jatuh di semifinal Piala Emas 2017 ke Jamaika.

Para pemain tampaknya mendukung Osorio dan mendukungnya ketika mantan pemain terkenal seperti Hugo Sanchez dan opini publik berbalik melawan dia.

Pencarian sekarang akan dimulai untuk manajer baru, dengan pelatih Matias Almeyda dan Club Amerika yang sudah mati Miguel Herrera sudah disebutkan sebagai pengganti potensial.

Memilih kandidat yang tepat akan menjadi tugas besar pertama dari presiden FMF yang masuk, Yon de Luisa dalam pekerjaan barunya. De Luisa menggantikan Decio de Maria di akhir Piala Dunia.

Pertandingan Meksiko berikutnya melawan Uruguay di Houston pada 7 September dan kemudian di Nashville melawan Amerika Serikat empat hari kemudian di tempat yang sama.