Atletico Madrid Vs Monaco: Meraih Kemenangan, Simeone Malah Tidak Senang

Atletico Madrid Vs Monaco: Meraih Kemenangan, Simeone Malah Tidak Senang

Hasil pertandingan dari Liga Champions antaranya Atletico Madrid Vs AS Monaco telah sukses dimenangkan oleh Atletico dalam sebuah laga
yang telah digelar di sebuah Stadion Wanda Metropolitano.

Ya, Atletico Madrid ini pun berhasil membungkam AS Monaco dengan total skor yang menjanjikan 2-0. Namun kemenangan yang telah mereka
raih nyatanya tidak membuat pelatih mereka, Diego Simeone pun merasa senang.

Simeone pun dikabarkan tidak senang dengan dari cara skuad nya untuk menyelesaikan pertandingan dan juga merasa kecewa dengan kurang
nya sedikit energi yang ditampilkan didalam 20 menit terakhirnya sebelum peluit itu dibunyikan.

“Kita telah bermain sebagus mungkin tapi sampai menit ke 70 kami telah kekelahan dan juga kekurangan energi, sementara lawan itu pun
terus telah menunjukan yang terbaik,” Kata Simeone.

Dengan final yang telah diaddakan di Wanda Estadio Metropolitano dan juga Atletico kini telah melenggang ke babak knockout, Simeone
tidak mau memberikan ekspetasi yang banyak untuk menjadi sebuah juara Liga Champions.

“Saya tidak perlu terlalu memikirkan hal tersebut karena perjalanan ini masih panjang. Tidak ada guna nya untuk kita menganalisis dan
juga memikirkan nya dan juga merasa senang tentang hal itu karena realita ini adalah hal yang terpenting,”

“Kami telah menyusun sebuah kampanye Liga Champions dengan sesuatu yang sangat bagus dan juga akan berada di babak ke 16 besar. Kami
juga harus lolos. Sejak mulainya Liga Champions kami sudah sangat jelas tentang rencana kami sebagai sebuah hasil dari yang terjadi
pada tahun lalu,” tambahan nya.

Trio The Blues Cahill, Andreas dan Fabregas Diincar Milan

Trio The Blues Cahill, Andreas dan Fabregas Diincar Milan

Krisis cedera yang telah menghantam yang membuat AC milan untuk berpikir keras. Guna untuk menjaga keseimbangan skuad, tim yang berjuluk I Rossoneri tersebut pun berencana untuk mendatangkan beberapa pemain pada bursa transfer, pada januari mendatang.

Fokus dari Direktur Milan Leonardo telah dikabarkan tertuju kepada sebuah klub elite Primer Liga Chelsia. Kabarnya, trio dari The Blues Cesc Gary Cahill, Andreas Christiansen, dan Fabregas. Sebagai dalam bentuk keseriusan, Leonardo ini telah berkomunikasi dengan para petinggi Chelsea Granovskaia Marina.

Milan memang tetap harus bergerak cepat. Mereka akan dipastikan akan kehilangan Lucas Biglia, Mattia Caldara dan Giacomo Bonaventura pada beberapa bulan ke depan dikarenakan cedera. Tapi, dikarenakan sanksi dari financial fair play (FFP), klub dari kota Mode tersebut bisa saja memilih opsi meminjam.

Upaya serupa yang telah dilakukan milan dalam operasi yang memulangkan Zlatan Ibrahimovic yaitu dari LA Galaxy. Dari para ketiga pemain Chelsea, Milan juga berpeluang besar untuk mendapatkan Fabregas dan juga Cahill. Fabregas, misalnya, kontrak dari gelandang berusia 31 tahun maka itu akan kaldaluarwarsan pada akhir musim dan telah berulang kali juga dikaikan untuk bergabung ke San Siro.

Situasi setupa yang dialami Cahill. Upaya untuk momboyong muka-muka yang baru diharapkan untuk bisa mendongkrak perfoma Milan. Seperti yang diketahui, grafik I Rossonesi yang sedang menurun. Mereka yang tidak mampu meraih kemenangan didalam tiga pertandingan terakhir disemua kompetisi.

Juventus Ubah Ibrahimovic Menjadi Mesin

Juventus Ubah Ibrahimovis Menjadi Mesin

Zlatan Ibrahimovic memang hanya ada dua musim berkostum Juventus (2004/05 – 2005/06). Namun pada klub pemain Ibrahimovic itupun berubah drastis.

Ibrahimovic juga mengaku ia berubah menjadi sebuah mesin gol saat ini berkostum Bianconeri-julukan untuk Juventus, Di bawah arahan dari Capello, Ibrahimovic mengatakan. diminta untuk lebih memprioritaskan gol dari ketimbang teknik.

“Pada awalnya, saat saya tumbuh, ini bukanlah soal untuk mencetak gol. tapi ini adalah soal siapalah yang mempunyai skill dan sebuah teknik terbaik. Itu semua pun berubah ketika saya bergabung ke Juventus,” Ucapnya Ibrahimovic.

Ibrahimovic menambahkan, pelatihnya yang di Juventus pada saat itu, Fabio Capello. mengiginkan nya untuk bisa lebih oportunis memanfaatkan sebuah peluang. Didalam Latihan, Ibrahimovic berkata, Capello kerap untuk memintanya langsung menembak.

“Saya di Ajax, saya bermain sangat indah. Saat juga mempunyai beban di sana. Tetapi ketika semanya itu hanya soal dengan gol, itu terjadi saat di italia, dengan Capello,” Ujar Ibrahimovic.

Di bawah Capello, Ibrahimovic telah menuturkan, ia kerap akan berlatih bersama dengan pemain akademi dan para tim muda yang ada di Juventus. Mereka lalu memberikan sebuah umpan silang kepada Ibrahimovic yang memang sudah mempunyai tubuh jangkung.

Latihan tersebut pun menurut Ibrahimovic kerap tetap di ulangi Capello, Ibrahimovic pun telah mengaku pernah jengah di menu lathihan tersebut.

“Pada akhirnya, saya bisa menjadi sebuah mesin yang ada di depan gawang dan juga mencetak gol, terutama di Italia,” Ujar Ibrahimovic.

Lionel Messi Tidak Seegois Dulu

Lionel Messi Tidak Seegois Dulu

Mantan gelandang dari FC Barcelona, Thiago Motta, telah melihat ada nya sebuah perbedaan yang mencolok antara Lionel Mess yang dulu dan juga sekarang.

Thiago Motta adalah seorang pemain binaan akademi FC Barcelona yang sejak 1999.

Pada 1 Juli 2001, Thiago Motta telah masuk didalam tim senior El Barca sehingga telah memutuskan hengkang ke dalam Atletico Madrid pada tanggal 24 Agustus 2007.

Thiago Motta, kini yang telah menjabat sebagai seorang pelatih Paris Saint-Germain U-19, ini sempat bermain dengan Lionel Messi.

Messi di promosi dari tim junior ke dalam senior Barcelona pada 1 July 2005.

Mereka bahu-membahu telah membawa Barcelona untuk menjuari Liga Spanyol (2005, 2006), Super Piala Spanyol (2006), dan juga Liga Champions (2006).

Tidak heran, Thiago Motta bisa menyadari betul perubahan dari karakter permainan Lionel Messi.

Menurut Motta, Messi tidak lagi seegois yang dulu.

“Lionel Messi adalah pemain yang naluriah,” kata dari Thiago Motta

“Messi ini memang memiliki sebuah bakat bawaan dan juga tahu cara untuk beradaptasi dengan perubahannya dalam liga yang telah terus berevolusi.”

“Pada awalnya, Messi ini merupakan pemain yang jauh lebih individual, sedangkan sekarang ia hanya lebih bergantung kepada rekan satu tim nya untuk menciptakan perbedaan didalam pertandingan,” Ucap dari Motta menambahkan.

Lionel Messi juga tergolong dari pesepak bola yang gemar untuk membantu rekan setimnya.

Lionel Messi Tidak Seegois Dulu
Sumber dari Line today