Amoxicillin

 

Amoxicillin - Manfaat, dosis dan efek samping - AlodokterAmoxicillin
merupakan obat antibiotik yang berguna untuk mengatasi penyakit yang diakibat oleh infeksi bakteri, seperti otitis media, pielonefritis atau gonore. biasanya obat ini sering dipakai bersamaan dengan obat protonpump inhibitor atau PPIs yang berguna untuk menangani sakit maag atau tukak lambung yang disebabkan oleh bakteri H.pylori.

Cara kerja Amoxicillin adalah dengan cara menghambat protein pembentuk dinding pada sel bakteri, sehingga akan membuat dinding sel bakteri tidak terbentuk, membuat pertumbuhan bakteri terhenti dan akhirnya bakteri pun mati, namun Amoxicillin tidak di gunakan untuk mengatasi infeksi virus.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum kamu menggunakan Amoxicillin yaitu:
1. beri tahu kepada dokter jika kamu ada riwayat alergi karena obat ini tidak diberikan kepada pasien yang memiliki alergi terhadap obat antibiotik golongan penisilin.
2. kamu harus memberitahukan dokter bila kamu pernah atau menderita diare, ginjal, kelainan darah atau mononukleosis.
3. beritahukan dokter jika kamu sedang menyusui, hamil atau merencankan kehamilan, mengonsumsi obat, suplemen, ataupun produk herbal tertentu, kamu harus melaporkan dokter jika terjadi kegala alergi obat, overdosis, efek samping serius setelah kamu menggunakan amoxicillin.

Aturan dan dosis memakai Amoxicillin
untuk dosis amoxicillin yang dokter berikan itu tergantung kepada kondisi yang ingin ditangani, usia serta jenis dan keparahan infeksinya. Amoxicillin suntik akan di suntikkan secara langsung oleh dokter maupun petugas medis dibawah pengawasan dokter.

berikut ini adalah penjelasannya :
Tujuan   : untuk mengatasi infeksi yang diakibatkan bakteri
Bentuk  : sirup, kapsul, tablet
– Dewasa : 200-500mg tiap 8jam untuk infeksi yang berat dosis sekitar 750-1000mg tiap 8jam
– Anak usia >3 bulan dengan berat badan< 40kg : sekitar 20-90mg/kgBB perhari

Bentuk: Suntik

  • Dewasa: 500 mg, tiap 8 jam melalui suntikan ke dalam otot (intramuskular/IM) atau ke pembuluh darah (intravena/IV).
  • Anak usia >3 bulan dengan BB <40 kg: 20–200 mg/kgBB, 2–4 kali sehari.

Tujuan: Mengatasi faringitis atau tonsilitis akibat infeksi bakteri Streptococcus
Bentuk: Tablet, sirop, atau kapsul

  • Dewasa: 500 mg, tiap 8 jam  Untuk infeksi berat dosisnya adalah 700–1.000 mg, tiap 8 jam, untuk selama 10 hari.
  • Anak-anak dengan berat badan <40 kg: 40–90 mg/kgBB per hari yang bisa kamu bagi dalam beberapa kali pemberian.

Tujuan: Mengatasi penyakit gonoree
Bentuk: Tablet, sirop, atau kapsul

  • Dewasa: 3.000mg dosis tunggal. Obatnya akan di kombinasikan dengan probenecid.

Tujuan: untuk Mengatasi sakit maag yang disebabkan oleh bakteri  H.pylorii
Bentuk: Tablet, sirop, atau kapsul

  • Dewasa: 700–1.000mg, 2 kali sehari selama 7–13 hari. Obat akan dikombinasikan dengan proton pump inhibitors /PPIs, seperti omeprazole.